Mendidik Hati Anak
dikutip dari "Selamat! Anak Anda Luar Biasa, M. Albani, pustaka Iltizam, Hal.38-39
Di dalam kitab Tazkiayatun Nufus disebutkan bahwa hati adalah ibarat raja dan seluruh anggota tubuh adalah prajuritnya. Semua prajurit bekerja atas dasar perintah raja. Semua prajurit tunduk atas dasar perintah raja. Karena perintah hatilah perbuatan baik dan penyelewangan itu ada. Untuk itu perbaikan dan pembinaan hati merupakan perkara paling penting alias utama untuk diseriusi oleh orang- orang yang ingin menempuh jalan menuju Allah.
Mendidik hati anak juga merupakan hal yang terpenting dalam proses pendidikan anak. menanamkan dalam hati anak kecintaan kepada kemakrufan (kebaikan) dan amaliah agama, serta mematrikan dalam qalbu anak kebencian terhadap perbuatan buruk merupakan langkah cerdas untuk meratakan jalan menuju terbangunnya anak qurrata a'yun dalam keluarga.
Sedangkan membiarkan hati anak terisi oleh kecintaan kepada hal- hal negatif; film- film, musik, permainan yang tidak mendidik dan bermanfaat, bergaul dengan orang dewasa yang buruk akhlaknya, dan lain sebagainya- serta tidak berkomitmen mendidik hati anak dengan agama merupakan awal mula runtuh dan hancurnya Qurrota a'yun. ketika qurrota a'yun telah runtuh maka anak yang shalih dan shalihah yang taat beribadah, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi nusa, bangsa, agama dan masyarakat hanya akan menjadi sebuah mimpi yang minus realisasi.
