Sabtu, 28 Februari 2009

Hati

Mendidik Hati Anak

dikutip dari "Selamat! Anak Anda Luar Biasa, M. Albani, pustaka Iltizam, Hal.38-39

Di dalam kitab Tazkiayatun Nufus disebutkan bahwa hati adalah ibarat raja dan seluruh anggota tubuh adalah prajuritnya. Semua prajurit bekerja atas dasar perintah raja. Semua prajurit tunduk atas dasar perintah raja. Karena perintah hatilah perbuatan baik dan penyelewangan itu ada. Untuk itu perbaikan dan pembinaan hati merupakan perkara paling penting alias utama untuk diseriusi oleh orang- orang yang ingin menempuh jalan menuju Allah.

Mendidik hati anak juga merupakan hal yang terpenting dalam proses pendidikan anak. menanamkan dalam hati anak kecintaan kepada kemakrufan (kebaikan) dan amaliah agama, serta mematrikan dalam qalbu anak kebencian terhadap perbuatan buruk merupakan langkah cerdas untuk meratakan jalan menuju terbangunnya anak qurrata a'yun dalam keluarga.

Sedangkan membiarkan hati anak terisi oleh kecintaan kepada hal- hal negatif; film- film, musik, permainan yang tidak mendidik dan bermanfaat, bergaul dengan orang dewasa yang buruk akhlaknya, dan lain sebagainya- serta tidak berkomitmen mendidik hati anak dengan agama merupakan awal mula runtuh dan hancurnya Qurrota a'yun. ketika qurrota a'yun telah runtuh maka anak yang shalih dan shalihah yang taat beribadah, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi nusa, bangsa,  agama dan masyarakat hanya akan menjadi sebuah mimpi yang minus realisasi. 

Jika

Jika Anak .....

(Dikutip dari buku "Selamat! Anak Anda Luar Biasa!" : Muhammad Albani, Pustaka iltizam) 

Jika Anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian, maka ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan sebaik- baik perlakuan, maka ia belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajarmenaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menyenangi dirinya

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang, maka ia belajarmenemukan cinta dalam kehidupan

Jika anak dibesarkan dengan do'a, maka ia belajar dengan keyakinan

Jika anak dibesarkan dengan keteladanan, maka ia belajar akan keutamaan

Jumat, 27 Februari 2009

Akhlakul Karimah

AKHLAK BENAR

Sabda Rasulullah saw:

" Hendaklah kalian berlaku benar, kerena kebenaran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. seseorang itu selalu benar dan memilih kebenaran hingga ia ditulis disisi allah sebagai orang yang benar. tinggalkanlah oleh kalian kebohongan, karena kebohongan akan membawa kepada keburukan, dan keburukan membawa keneraka. seseorang selalu berbohong, dan memilih kebohongan hingga ia ditulis disisi allah sebagai pembohong" (HR. Muslim)

BUAH DARI KEBENARAN

1. Hati tenang, jiwa tentram

Sabda Rasulullah saw :"kebenaran itu menentramkan" (HR. Tirmidzi)

2. Keberkahan dalam usaha dan penambahan kekayaan

Rasulullah saw bersabda :

"pembeli dan penjual memiliki hak pilih selagi keduanya belum berpisah. jika keduanya benar dan menjelaskan, maka jual beli keduanya diberkahi. jika keduanya tidak menjelaskan dan bohong, maka keberkahan jual beli keduanya dimusnahkan" (HR. Bukhari)

3. Mendapatkan kedudukan syuhada

Sabda Rasulullah saw :"barang siapa meminta mai syahid kepada Allah dengan benar, maka Allah menempatkannya keposisi para syuhada, kendatipun ia meninggal di atas tempat tidur" (HR. Muslim)

4. Selamat dari kesulitan

Dikisahkan seseorang kabur dan berlindung di rumah orang shalih. orang yang kabur tersebut berkata "rahasiahkan aku dari orang- orang yang mencariku." orang shalih berkata "tidurlah engkau disini." kemudian orang shalih tersebut menutupinya dengan daun pohon kurma. ketika para pencarinya tiba dan bertanya kepada orang shalih, maka dijawab oleh orang shalih "ia ada dibawah tumpukan dedaunan pohon kurma ini." mereka menduga orang shalih tersebut menghinanya kemudian mereka pergi meninggalkan orang shalih tersebut. dan selamatlah orang tadi.